'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
AISYIYAH SUSUN ROAD MAP TB HIV
11 Oktober 2016 08:30 WIB | dibaca 901

Pimpinan Daerah Aisyiyah Kab. Banyuwangi bersama TB HIV Care Aisyiyah

dan Global Fund menyelenggarakan Developed Road Map

di Hotel Santika Banyuwangi.

 

Acara yang mengangkat tema Goals and Strategic digelar selama dua hari mulai tanggal 23 hingga 24 September 2016. Penyusunan road map advokasi penanggulangan TB-TB HIV tersebut melibatkan Sub-Sub Resipien (SSR) HIV Care Aisyiyah. Sebanyak 20 perwakilan diundang dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari kalangan perguruan tinggi, yakni Stikes dan Uniba. Selain itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pengusaha, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), dan RS Fatimah. Dari kalangan Muhammadiyah diundang majelis-majelis di PDM, IMM, dan Pemuda Muhammadiyah. Dari kalangan dinas diundang Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyuwangi. Komisi A DPRD Banyuwangi juga hadir. Tak ketinggalan perwakilan SSR.

    

 

 

Seluruh peserta tampak bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari hingga mereka harus menginap di Hotel Santika. Peserta mengikuti paparan yang isampaikan narasumber dari Dinkes dan SR Propinsi Jawa Timur. Narasumber dari DPRD Banyuwangi diwakili Sugiharto dan Suyadno. Para peserta juga melakukan focuss groud discussion untuk membahas rencana aksi ke depan. Ketua PDA Kabupaten Banuwangi, Deritaningtyas mengatakan, target dari kegiatan tersebut adalah sosialisasi memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang bahaya penyakit tuberculosis (TB). Sebab penularannya sangat mudah dan mematikan. Tetapi TB bisa dikendalikan. "Selama ini hanya HIV/AIDS yang ditakuti masyarakat, padahal TB juga berbahaya," katanya. Aisyiyah sudah melakukan kegiatan selama delapan bulan. Mulai dari rekutmen dan training 48 orang kader, hingga mereka melaksanakan tugas. Selama tahun 2016-2017, garapannya hanya enam kecamtan sebagai uji coba. Di antaranya, Kecamatan Banyuwangi, Giri, Glagah, Kalipuro, Kabat, dan Wongsorejo. Aisyiyah bekerjasama membuat MoU dengan Dinkes, sedangkan ke bawah Puskesmas. Selain itu, kerjasama pendanaan dari Global Fund. "Tugasnya mencari orang sakit TB. Ada TB Paru, TB tulang, TB anak, dan lain-lain," ungkap ibu yang biasa disapa Rita itu.TB HIV Care Aisyiyah gencar melaksanakan kegiatan, lanjut Rita, dalam rangka mengentaskan masyarakat Banyuwangi supaya bebas TB dalam jangka waktu dua tahun. Saat ini,  tindak lanjutnya adalah untuk mengawal perda supaya TB juga dimasukkan. Bukan cuma HIV. Sebab penularan TB lebih mudah daripada HIV dan kondisi di masyarakat lebih parah. Harapannya, aksi ke depan tidak hanya digarap Aisyiyah, tetapi juga didukung unsur lain seperti pemerintah dan swasta. Apalagi, dana terbatas, bahkan suatu saat akan dipangkas oleh Global Fund. Untuk itu, Aisyiyah perlu menggandeng pemerintah dan swasta agar tidak hanya menunggu bantuan tetesan dana dari luar negeri. "Sebelum ada bantuan dari Global Fund, Aisyiyah sudah melaksanakan program ini dengan biaya mandiri, tetapi hasilnya belum optimal," pungkasnya.


Shared Post:
Berita Terbaru